Kami mewawancarai ibu Sulastri pemilik warung tersebut, untuk mencari informasi yang kami butuhkan.
Pewawancara : ”Selamat sore, Bu?“
Penjual : ”Selamat sore.“
Pewawancara : ”Kami dari siswa SMPN 1 Purwosari, diberi tugas untuk mewawancarai tentang warung yang anda kelola, bolehkah saya mewawancarai dan memberi beberapa bertanyaan kepada anda?“
Penjual : ”Boleh, silahkan. Kebetulan ada waktu luang.“
Pewawancara : ”Terimakasih, pertama saya ingin bertanya, kapan anda mulai
mengelola dan merintis usaha warung anda?“
Penjual : ”Yang pasti saya sudah memulai usaha ini puluhan tahun, jadi
mohon maaf saya sudah lupa kapan pastinya.“
Pewawancara : ”Apa saja yang anda jual di warung anda?“
Penjual : ”mulai dari gorengan, krupuk, rawon, lodeh, mie, dan minuman.“
Pewawancara : ”Mengapa anda memilih membuka uasaha warung? “
Penjual : ”Karena kebetulan dulu saya tidak memiliki pekerjaan, kemudian
saya berusaha mencari pekerjaan dengan membuka warung,
mengingat posisinya yang cukup strategis di pinggir jalan yang
banyak dilalui kendaraan.“
pewawancara : ”Siapa yang membantu anda menjajakan makanan tersebut?“
Penjual : ”Saya dibantu oleh seorang anak saya.“
Pewawancara : ”Dimana anda membeli bahan-bahan untuk membuat makanan?“
Penjual : ”yang bertugas membeli bahan-bahan adalah anak saya, biasanya
dia membeli bahan di pasar atau toko disekitar warung.“
Pewawancara : ”Bagaimana cara anda menarik perhatian pelanggan?“
Penjual : ”Sebenarnya saya tidak pernah ada upaya untuk menarik perhatian
pelanggan, tapi mungkin karena letak warung saya dipingiir jalan
jadi banyak orang yang membeli makanan, biasanya orang membeli
pada saat sebelum dan sesudah pergi ke pasar.“
Pewawancara : ”Apa suka dan duka anda sebagai penjual makanan?“
Penjual : ”Namanya orang usaha pasti sukanaya pada saat dagangannya laris,
dan dukanya pada saat sepi pelanggan, tapi itu sudah menjadi resiko
yang tidak dapat dihindari.“
Pewawancara : ”Terimakasih atas informasi yang telah anda berikan dan saya mohon maaf apabila telah menyita waktu anda. Selamat sore, Bu?“
Penjual : ”Sama-sama, selamat sore.“
Showing posts with label Wawancara. Show all posts
Showing posts with label Wawancara. Show all posts
Wawancara Pedagang Bakso
Aku : Apakah pakde sudah lama berjualan?
Pakdhe : Ya, sudah lama
Aku : Kira-kira sudah berapa lama pakde berjualan?
Pakdhe : Sekitar 7 tahun
Aku : Apakah dari awal pakde berjualan, sudah membuka warung dirumah?
Pakdhe : Tidak, awalnya berjualan dengan gerobak
Aku : Mengapa pakde beralih dari gerobak menjadi membuka warung dirumah?
Pakdhe : Karena jika jualan keliling keuntungannya tidak besar dan jualnya cuma 1 macam
Aku : Apa saja yang pakde jual?
Pakdhe : bakso, mie ayam, soto, dan lainlain
Aku : Berapa modal yang harus dikeluarkan dalam sehari?
Pakdhe : 500 ribu
Aku : Bagaimanakah suka dan duka selama berjualan?
Pakdhe : sukanya alhamdulillah rame, pelanggannya banyak. dukanya jika hari itu pembelinya
rame ya tempatnya terbatas, dan repot.
Aku : Siapa yang membantu pakde dalam berjualan?
Pakdhe : satu keluarga dirumah
Aku : Saat pakde masih berjualan menggunakan gerobak, dimana saja rute berjualannya?
Pakdhe : di sekitar tiban
Aku : Bagaimana pakde menghadapi jika pelanggan sedang rame-ramenya?
Pakdhe : ya mesti sabar, juga repot
Aku : Bagaimana bila pelanggannya ingin cepet-cepet dilayani?
Pakdhe : harus nunggu dan sabar
Aku : Apakah kami boleh mengetahui resepnya ? (niatnya becanda, tapi ditanggepin :D)
Pakdhe : kalo bakso daun bawang, kemiri, bawang putih, merica, dan lain-lain
Aku : Berapa harga yang pakde tetapkan dalam 1 porsi?
Pakdhe : 7 ribu
Kesimpulan
Pakdhe adalah seorang pedagang bakso, sebelum ia mempunyai warung sendiri dulu ia berjualan dengan cara berkeliling dan sekarang ia berjualan dirumah, dan dirumah ia menambahkan dagangannya yaitu bakso, soto, mie ayam dll, satu porsi dihargai 7 ribu
Pakdhe : Ya, sudah lama
Aku : Kira-kira sudah berapa lama pakde berjualan?
Pakdhe : Sekitar 7 tahun
Aku : Apakah dari awal pakde berjualan, sudah membuka warung dirumah?
Pakdhe : Tidak, awalnya berjualan dengan gerobak
Aku : Mengapa pakde beralih dari gerobak menjadi membuka warung dirumah?
Pakdhe : Karena jika jualan keliling keuntungannya tidak besar dan jualnya cuma 1 macam
Aku : Apa saja yang pakde jual?
Pakdhe : bakso, mie ayam, soto, dan lainlain
Aku : Berapa modal yang harus dikeluarkan dalam sehari?
Pakdhe : 500 ribu
Aku : Bagaimanakah suka dan duka selama berjualan?
Pakdhe : sukanya alhamdulillah rame, pelanggannya banyak. dukanya jika hari itu pembelinya
rame ya tempatnya terbatas, dan repot.
Aku : Siapa yang membantu pakde dalam berjualan?
Pakdhe : satu keluarga dirumah
Aku : Saat pakde masih berjualan menggunakan gerobak, dimana saja rute berjualannya?
Pakdhe : di sekitar tiban
Aku : Bagaimana pakde menghadapi jika pelanggan sedang rame-ramenya?
Pakdhe : ya mesti sabar, juga repot
Aku : Bagaimana bila pelanggannya ingin cepet-cepet dilayani?
Pakdhe : harus nunggu dan sabar
Aku : Apakah kami boleh mengetahui resepnya ? (niatnya becanda, tapi ditanggepin :D)
Pakdhe : kalo bakso daun bawang, kemiri, bawang putih, merica, dan lain-lain
Aku : Berapa harga yang pakde tetapkan dalam 1 porsi?
Pakdhe : 7 ribu
Kesimpulan
Pakdhe adalah seorang pedagang bakso, sebelum ia mempunyai warung sendiri dulu ia berjualan dengan cara berkeliling dan sekarang ia berjualan dirumah, dan dirumah ia menambahkan dagangannya yaitu bakso, soto, mie ayam dll, satu porsi dihargai 7 ribu
Contoh Wawancara Pedagang Makanan
Rhenka : Permis ibu, maaf menganggu sebentar ,boleh kah kami mewawancarai
ibu?
Narasumber : ya, silahkan dengan senang hati.
Rhenka : Siapakah nama ibu ?
Narasumber : Nama saya Ana
Rhenka : sudah berapa lama ibu berdagang seperti ini ?
Narasumber : sekitar 3 tahunan
Rhenka : Lama jugaya bu ?
Narasumber : Yaa lumayanlah
Iqbal : pertama kali ibu membuka usaha ini apakah bekerja sendiri / apa dibantu
Oleh Orang lain?
Narasumber : Jadi saya berdagang di sini ada bosnya .Maksudnya saya berdagang
seperti ini disuruh bos
Iqbal : Bagaimana awal nya ibu berdagang semacam makanan kecil dan
minuman seperti pop ice ini
Narasumber : awal nya saya berdagang disinihanya berjualan pop ice saja, tapi saya
diminta bos
untuk berdagang makanan kecil lainya tidak hanya berdagang pop ice saja
Iqbal : bu, kalau boleh saya tahu penghasilan perbulan / perharinya dari
berdagang seperti ini berapa ?
Narasumber : Kalau perbulan nya saya tidak tahu, karena setiap hari hasil dari
berjualansaya stor langsung ke bos .tapi klo perharinya 100-150 lahkira
kira ..
Iqbal : sebelum nya saya minta maaf yah bu ,sudah menanyakan hal yg pribadi
Narasumber : iyaaa engga apa-apa
Iqbal : Bagai mana awal mulai bu berdagang seperti ini ?
Narasumber : Awalnya saya berdagang disini hanya berjualan pop ice saja ,tapi saya
diminta bos
Irvan : Berapa modal yang ibu keluar kan pada awal ibu membukausaha
berdagang sperti ini ?
Narasumber : Modal yang saya keluar kan untuk makanan kecil Rp.60.000,00,- kalau
pop ice modal yang di keluar kan langsung dari bos saya jadi saya kurang
tau
Irvan : Penghasilan yang ibu peroleh paling banyak dari berjualan kira-kira
berapa ?
Narasumber : Kalau pop ice paling banyak sekitar Rp. 200. 000 tetepi kalau hasil dari
makanan
ringan sekitar kurang lebih Rp. 100. 000.
Irvan : kalaupenghasilan paling sedikitnyabu ?
Narasumber : hmm, paling sekitarRp. 100. 000 lah
Irvan : Apa ibu pernah mengalami ada yang tidak bayar siswa atau siswi
disekolah ini pada saat membeli ?
Narasumber : Ada aja sih satu dua orang yang tidak bayar kalau lagi rame ,mungkin
mereka lupa
membayar . tapi kadang mereka kembali lagi untuk membayarnya .
Rhenka : Kalau misal kanada yang pura-pura lupa membayar gimana bu ?
Narasumber : yaa saya mah ikhlasi najamungkinitubukanrezekisayaJ
Rhenka : Oh jadi begitu toh ,,.. oya ibu membuka warung di sini dari jam berapa ?
Narasumber : saya mulai berjualan dari jam setengah tujuh pagi ( 06.30 )
Rhenka : Kalau tutupnya jam berapa ?
Narasumber : yaa kalau tutupnya sekitar jam 4 sore .
Iqbal : Apa sebelumnya ibu pernah berpikir atau berkeinginan untuk berdagang
yang lain
selain pop ice atau makanan ringan ?
Narasumber : yaa adasih keinginan untuk menambahmakanan lain seperti gorengan
cemilan dan sebagainya. tapi karna sudah banyak juga yang berjualan
seperti itu makan yaudah
saya tidak jadi hheeee..
Rhenka : sebelumya apa ibu sudah berkeluarga ?
Narasumber : iya ,saya sudah menikah
Rhenka : sudah berapa lama ibu menikah ?
Narasumber : saya sudah menikah 2 tahun
Irvan : oh … apa kah ibu sudah mempunyai momongan ?
Narasumber : sampe sekarang saya belum dikarunia anak .
Iqbal : kalau ibu berdagang suami ibu kerja apa ?
Narasumber : suami saya bekerja dipasar senen sebagai pembuat topi
Rhenka : kalau susah senang nya ibu jadi pedagang itu apa ?
Narasumber : senang nya liat anak sekolah pada jajanaja gitu, kalau susahnya pas lagi
istirahat, itu kan banyak yang mesen , jadi saya suka repot sendiri hheee
Irvan, iqbal dan Rhenka : hmmp sebelumnya kami mohon maaf apa bila ada kata-kata yang tidak
mengenakan ibu pop ice .. wawancara kami selesai sampai disini
Narasumber : iyaasama-samadee
ibu?
Narasumber : ya, silahkan dengan senang hati.
Rhenka : Siapakah nama ibu ?
Narasumber : Nama saya Ana
Rhenka : sudah berapa lama ibu berdagang seperti ini ?
Narasumber : sekitar 3 tahunan
Rhenka : Lama jugaya bu ?
Narasumber : Yaa lumayanlah
Iqbal : pertama kali ibu membuka usaha ini apakah bekerja sendiri / apa dibantu
Oleh Orang lain?
Narasumber : Jadi saya berdagang di sini ada bosnya .Maksudnya saya berdagang
seperti ini disuruh bos
Iqbal : Bagaimana awal nya ibu berdagang semacam makanan kecil dan
minuman seperti pop ice ini
Narasumber : awal nya saya berdagang disinihanya berjualan pop ice saja, tapi saya
diminta bos
untuk berdagang makanan kecil lainya tidak hanya berdagang pop ice saja
Iqbal : bu, kalau boleh saya tahu penghasilan perbulan / perharinya dari
berdagang seperti ini berapa ?
Narasumber : Kalau perbulan nya saya tidak tahu, karena setiap hari hasil dari
berjualansaya stor langsung ke bos .tapi klo perharinya 100-150 lahkira
kira ..
Iqbal : sebelum nya saya minta maaf yah bu ,sudah menanyakan hal yg pribadi
Narasumber : iyaaa engga apa-apa
Iqbal : Bagai mana awal mulai bu berdagang seperti ini ?
Narasumber : Awalnya saya berdagang disini hanya berjualan pop ice saja ,tapi saya
diminta bos
Irvan : Berapa modal yang ibu keluar kan pada awal ibu membukausaha
berdagang sperti ini ?
Narasumber : Modal yang saya keluar kan untuk makanan kecil Rp.60.000,00,- kalau
pop ice modal yang di keluar kan langsung dari bos saya jadi saya kurang
tau
Irvan : Penghasilan yang ibu peroleh paling banyak dari berjualan kira-kira
berapa ?
Narasumber : Kalau pop ice paling banyak sekitar Rp. 200. 000 tetepi kalau hasil dari
makanan
ringan sekitar kurang lebih Rp. 100. 000.
Irvan : kalaupenghasilan paling sedikitnyabu ?
Narasumber : hmm, paling sekitarRp. 100. 000 lah
Irvan : Apa ibu pernah mengalami ada yang tidak bayar siswa atau siswi
disekolah ini pada saat membeli ?
Narasumber : Ada aja sih satu dua orang yang tidak bayar kalau lagi rame ,mungkin
mereka lupa
membayar . tapi kadang mereka kembali lagi untuk membayarnya .
Rhenka : Kalau misal kanada yang pura-pura lupa membayar gimana bu ?
Narasumber : yaa saya mah ikhlasi najamungkinitubukanrezekisayaJ
Rhenka : Oh jadi begitu toh ,,.. oya ibu membuka warung di sini dari jam berapa ?
Narasumber : saya mulai berjualan dari jam setengah tujuh pagi ( 06.30 )
Rhenka : Kalau tutupnya jam berapa ?
Narasumber : yaa kalau tutupnya sekitar jam 4 sore .
Iqbal : Apa sebelumnya ibu pernah berpikir atau berkeinginan untuk berdagang
yang lain
selain pop ice atau makanan ringan ?
Narasumber : yaa adasih keinginan untuk menambahmakanan lain seperti gorengan
cemilan dan sebagainya. tapi karna sudah banyak juga yang berjualan
seperti itu makan yaudah
saya tidak jadi hheeee..
Rhenka : sebelumya apa ibu sudah berkeluarga ?
Narasumber : iya ,saya sudah menikah
Rhenka : sudah berapa lama ibu menikah ?
Narasumber : saya sudah menikah 2 tahun
Irvan : oh … apa kah ibu sudah mempunyai momongan ?
Narasumber : sampe sekarang saya belum dikarunia anak .
Iqbal : kalau ibu berdagang suami ibu kerja apa ?
Narasumber : suami saya bekerja dipasar senen sebagai pembuat topi
Rhenka : kalau susah senang nya ibu jadi pedagang itu apa ?
Narasumber : senang nya liat anak sekolah pada jajanaja gitu, kalau susahnya pas lagi
istirahat, itu kan banyak yang mesen , jadi saya suka repot sendiri hheee
Irvan, iqbal dan Rhenka : hmmp sebelumnya kami mohon maaf apa bila ada kata-kata yang tidak
mengenakan ibu pop ice .. wawancara kami selesai sampai disini
Narasumber : iyaasama-samadee
Subscribe to:
Posts (Atom)